Nataliamarbun's Blog


Hasil Observasi

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Keuangan.

Adapun makalah ini membahas tentang Pengelolaan Keuangan di sekolah. Hal ini  bertujuan menjelaskan bagaimana pengelolaan keuangan di sekolah yang meliputi sumber-sumber keuangan, pengeluaran-pengeluaran sekolah, serta bagaimana dalam melaporkan pertanggungjawaban keuangan.

Dengan ini, saya selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada :

1.         Kedua orang tua saya yang telah memberi dukungan moral dan material

2.         Bapak Amril M.pd selaku dosen mata kuliah Manajemen Keuangan, dan

3.         Teman-teman saya atas kerjasama dan masukan-masukan yang bermanfaat bagi penyusunan makalah ini.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dijadikan pelajaran yang berharga tentunya untuk masyarakat luas. Saya sebagai penulis menyadari akan kekurangan makalah ini. Untuk itu, diharapkan kritik dan sarannya dari para pembaca yang kiranya dapat bersifat membangun. Agar kiranya nanti akan disusun makalah yang lebih baik lagi.

Jakarta,  Maret 2010

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar          …………………………………………………………………………….i

Daftar isi                     …………………………………………………………………………….ii

BAB I                                     …………………………………………………………………………….1

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………….1
  2. Permasalahan………………………………………………………………………………..1
  3. Tujuan………………………………………………………………………………………….1

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan adalah sesuatu yang amat penting dalam usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun hingga saat ini pendidikan di Indonesia belum merata karena masih banyak rakyat yang tidak mampu unutk melanjutkan pendidikan karena adanya kendala dalam pembiayaan pendidikan di sekolah yang cukup mahal. Tetapi dengan adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap warga negara untuk mengikuti pendidikan belajar sembilan tahun makan Pemerintah maka pemerintyah memberikan bantuan bagi seluruh siswa pada tingkat SD dan SMP.

Salah satu bantuan yang dilakukan pemerintah adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menyediakan bantuan bagi sekolah dengan tujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan beban bagi siswa yang lain dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

Selain BOS ada juga bantuan yang lain untuk pendidikan yaitu BOP. Dana BOP berasal dari Pemerintah Daerah yang berguna untuk membantu pembiayaan kegiatan-kegiatan di sekolah.

B. Permasalahan

  1. Apakah yang dimaksud dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ?
  2. Apakah yang dimaksud dengan BOP ?
  3. Bagaimana pihak sekolah dalam mengelola keuangan di sekolah?

C. Tujuan

1. mengetahui apa yang dimaksud dengan BOP dan BOS

2. Mengetahui proses pengelolaan keuangan di sekolah

3. Mengetahui proses pertanggungjawaban keuangan sekolah

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

1. Pengertian

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah bantuan dari pemerintah pusat kepada  sekolah-sekolah setingkat SD dan SMP untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Besarnya dana untuk tiap sekolah ditetapkan berdasarkan jumlah murid.

Pelaksanaan penyaluran dan pengelolaan dana BOS wajib berpedoman pada Buku Panduan Pelaksanaan BOS yang diterbitkan setiap tahun oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama sebagai departemen teknis yang bertanggungjawab dalam

pelaksanaan dan pengelolaan program ini. Jadi Program ini bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain. Dengan BOS diharapkan siswa dapat memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar Sembilan tahun. Sasaran program BOS adalah semua sekolah setingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di seluruh propinsi di Indonesia.

2. Penggunaan Dana BOS

Penggunaan Dana BOS harus berpedoman pada panduan pelaksanaan program BOS yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, yang antara lain mengatur tentang:

a. kriteria kegiatan-kegiatan yang boleh dibiayai dana BOS; dan

b. kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dibiayai dari dana BOS.

Berdasarkan panduan tersebut Dana BOS boleh digunakan untuk :

  1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka Penerimaan Siswa Baru :biaya pendaftaran, penggadaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut.
  2. Pembelian buku teks pelajaran dan buku referensi untuk dikoleksi diperpustakaan.
  3. Pembelian bahan-bahan habis dipakai: buku tulis, kapur tulis, pensil,bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran, gula kopi dan teh untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.
  4. Pembiayaan kegiatan kesiswaan: program remedial, program pengayaan, olah raga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.
  5. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa
  6. Pengembangan profesi guru: pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.
  7. Pembiayaan perawatan sekolah: pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler dan perawatan lainnya.
  8. Pembiayaan langganan daya dan jasa: listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan disekitar sekolah.
  9. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer sekolah. Tambahan insentif untuk kesejahteraan guru dan tega kependidikan sekolah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
  10. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa
  11. Khusus untuk pesantren salafiyah dan sekolah keagamaan non Islam, dana BOS dapat digunakan untuk biaya asrama/pondokan dan membeli peralatan ibadah.
  12. Pembiayaan pengelolaan BOS: ATK, penggandaan, surat menyurat dan penyusunan laporan.
  13. Prioritas pertama penggunaan dana BOS adalah untuk komponen a s/d l, bila seluruh komponen diatas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran dan mebeler sekolah.

Panduan pelaksanaan BOS juga menetapkan bahwa Dana BOS tidak boleh digunakan untuk hal-hal sebagai berikut :

  1. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.
  2. Dipinjamkan ke pihak lain.
  3. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar,  misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya.
  4. Membayar bonus, transportasi, atau pakaian yang tidak berkaitan

b)      dengan kepentingan murid.

  1. Membangun gedung/ruangan baru.
  2. Membeli bahan/ peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.
  3. Menanamkan saham.
  4. Membiayai segala jenis kegiatan yang telah dibiayai secara penuh/ mencukupi dari sumber dana pemerintah pusat atau daerah, misalnya guru kontrak/ guru bantu dan kelebihan jam mengajar.

Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbolehkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar. Besaran/satuan biaya untuk transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas diluar jam mengajar tersebut harus mengikuti peraturan tentang penetapan batas kewajaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah masing-masing dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, geografis dan faktor lainnya.

  1. Biaya Operasional Pendidikan (BOP)
  1. Pengertian

Biaya Operasional pendidikan (BOS) adalah bantuan dari Pemerintah Dusat kepada  sekolah-sekolah berdasarkan jumlah murid yang ada di sekolah tersebut. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Besarnya BOP digunakan dalam pembiayaan yang meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap.

Biaya Operasional Pendidikan (BOP) merupakan program bantuan Pemerintah Daerah untuk meringankan beban orang tua terhadap pendidikan anaknya.  BOP ini diberikan ke sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar (SD dan SMP) maupun tingkat menengah (SMA/SMK).  Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota harus tetap menyediakan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) setiap tahun sebagai sumber utama pembiayaan sekolah yang dianggarkan melalui APBD setempat.

Selain itu Pemerintah Daerah harus memperhatikan tentang kebutuhan dana BOP. ermasuk kepekaan pemerintah daerah dalam memastikan dana BOP berjalan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Disamping adanya tanggungjawab pemerintah untuk menindaklanjuti jika ada indikasi penyimpangan yang berasal dari laporan masyarakat.

2 Proses Pencairan Dana BOP

Dalam mendukung kebijakan pemerintah atas penyaluran biaya pendidikan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI kembali ditunjuk untuk menyalurkan bantuan operasional pendidikan (BOP). Hal itu sebagaimana disepakati dalam penandatanganan naskah kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank DKI dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Adapun sekolah-sekolah yang berhak menerima BOP adalah sekolah yang sudah membuka rekening giro di Bank DKI atas nama sekolah dan tidak boleh atas nama pribadi dan yayasan, serta harus melampirkan surat keputusan pengangkatan kepala sekolah dan bendaharawan.

Sekolah-sekolah tersebut harus menyerahkan nomor rekening giro sekolah kepada suku dinas di wilayah administrasinya untuk penyaluran BOP. Teknik pencairan dananya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan cek bilyet/giro yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan bendahara sekolah yang dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pihak sekolah menggunakan dana BOP untuk menyediakan buku-buku wajib, barang-barang yang harus sering diganti dengan yang baru, beasiswa dan bantuan dari dalam maupun luar negeri, pelayanan kesejahteraan, seperti kantin, transport, penginapan  dan olahraga, pemeliharaan gedung dan peralatan, serta pengoperasian gedung, seperti listrik, air, dan telepon serta membeli bahan-bahan ajar, dsb.

Hasil Observasi

Daftar Wawancara

Saya    : Dari mana saja sumber-sumber keuangan di sekolah ini Bu ?

Kepsek  : Sumber keuangan di sekolah ini hanya ada dua macam yaitu dari Pemerintah Daerah (BOP) dan Pemerintah Pusat (BOS). Dari BOP setiap anak mendapat Rp 60.000 perbulan sedangkan dari BOS setiap anak mendapat Rp 100.000 per tiga bulan. BOP digunakan untuk pembiayaan :  honor panitia pelaksana kegiatan sekolah sebanyak 10 %, alat tulis kantor sebanyak 10 %, biaya cetakan seperti buku-buku pelajaran dan LKS sebanyak 20 %, foto copy sebanyak 10 %, alat peraga 20 %, konsumsi 5%,dan biaya pemeliharaan sarana dan pelatihan pendidikan sebanyak 25 %. Sedangkan BOS adalah untuk membiayai pembelian buku-buku pelajaran dan LKS untuk setiap siswa, untuk tenaga honorer, serta kegiatan ekskul dan evaluasi seperti try out untuk kelas VI.

Saya       : Jadi setiap siswa tidak dikenakan biaya apapun?

Kepsek  : Ya, setiap siswa tidak dikenakan biaya apapun, semua buku dan LKS disediakan oleh pihak sekolah.

Saya       : Lalu bagaimana proses pengelolaan keuangan ?

Kepsek  : Intinya sekolah mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah yaitu mengikuti 8 standar pendidikan. standar isi, standar proses,  pendidik dan tenaga kependidikan, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,standar sarana dan prasarana, standjar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.

Saya       : Siapa saja yang mengelola keuangan ?

Kepsek  :Yang mengatur tentang pemasukan dan pengeluaran keuangan adalah Bendahara Sekolah dan penganggung jawabnya adalah Kepala Sekolah. Jadi setiap pengeluaran yang dilakukan oleh kepala sekolah baik guru-ruru harus dilaporkan dan memberikan kwitansi sebagai bukti yang akan dipakai dalam membuat laporan keuangan sekolah.  Laporan keuangan yang akan dilaporkan kepada Pemda dan Pusat sesuai dengan biaya-biaya standar. Dalam setiap laporan keuangan harus ada bukti transaksi pengeluaran seperti kwitansi.

Saya       : Selanjutnya bagaimana proses penyusunan RAPBS Bu, siapa saja yang berperan ?

Kepsek  : Jadi, dalam menyusun RAPBS kepala sekolah dengan dewan guru serta Komite sekolah mengadakan rapat penyusunan RAPBS yang disesuaikan juga dengan BOS dan BOP. Sehingga setiap guru dan Komite juga mengetahui apa saja rencana anggaran sekolah dalam setahun kedepan.

Saya       : Bagaimana proses pertanggungjawaban laporan keuangan sekolah ?

Kepsek  : Laporan keuangan yang akan dilaporkan kepada Pemda dan Pusat sesuai dengan biaya-biaya standar. Dalam setiap laporan keuangan harus ada bukti transaksi pengeluaran seperti kwitansi. Setiap tahun sekolah memberikan laporan keuangan dan surat pertanggungjawaban yang berisi semua uraian rencana kegiatan sesuai dengan anggaran per triwulan sebagai pertanggungjawaban ke Pemda dan Pusat.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sumber keuangan sekolah yaitu berasal dari Pemerintah Pusat yang berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Pemerintah Daerah yang berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

BOS dan BOP merupakan program bantuan Pemerintah untuk meringankan beban orang tua terhadap pendidikan anaknya.  BOS dan BOP ini diberikan ke sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar (SD dan SMP) maupun tingkat menengah (SMA/SMK).

Pada dasarnya penggunaan BOS dan BOP yang dijalankan oleh pemerintah ke SD Negeri 11 Manggarai bahkan setiap sekolah yang menerimanya harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pemerintah yang telah ditetapkan

3.2 Saran

Agar dalam pengelolaan keuangan Pemerintah menyediakan tenaga khusus. Yang ahli sehingga dapat bekerja lebih maksimal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: